KARIMUN WAGON R



Harga Mobil Karimun Wagon

Harga Suzuki Karimun Wagon R dipersembahkan sekompetitif mungkin karena termasuk dalam produk Low Cost Green Car dimana penawarannya ditujukan kepada semua kalangan sekaligus sebagai dukungan terhadap regulasi pemerintah terhadap mobil murah yang ramah lingkungan. Tujuh puluh persen komponennya dibuat didalam negeri sehingga Suzuki Karimun Wagon R menjadi salah satu andalan dalam menaikkan jumlah penjualan setiap bulannya. Sebagai kompetitor Datsun Go+, Toyota Agya maupun Daihatsu Ayla, maka produsen terus melakukan perubahan dimana sebelum IIMS 2014, Suzuki Karimun Wagon R GS hadir menemani sederetan line-up lainnya khusus dikategori city car dengan harga terjangkau. Apresiasi publik di Indonesia terus meningkat terbukti dari jumlah pembelian setiap bulannya dimana bersama-sama Ertiga Luxury, sosok city car ini telah menjadi andalan produsen berlogo H. Tak ingin penjualan didominasi oleh pabrikan lainnya maka SIS terus menjaga harga jual Suzuki Karimun Wagon R dibawah penawaran para pesaingnya.
harga suzuki karimun wagon r
Apresiasi produsen kepada konsumen ditandai dengan peluncuran Suzuki Karimun Wagon R pada 10 November 2013 lalu. Kendala pemasaran terutama dalam menghadapi inflasi telah menjadi persoalan tersendiri yang dihadapi pabrikan dimana mereka berusaha mempertahankan harga Suzuki Karimun Wagon R agar tidak terjadi kenaikan. Kendaraan ini menjadi pusat perhatian sebab mengingatkan kita akan Karimun Estilo beberapa tahun lalu dimana telah menjadi andalan serta peningkatan permintaan karena didesain untuk digunakan diarea perkotaan. Efisien mengkonsumsi bahan bakar adalah karakteristik mobil mungil berpenumpang lima ini dalam setiap perjalanannya. Kehadirannya di Indonesia telah dinantikan banyak pihak ditandai oleh meningkatnya jumlah pemesanan ketika pertama kali diluncurkan di Indonesia. Kampanye mobil murah memang menjadi salah satu perhatian penting pemerintah Indonesia sebab diluar negeri juga melakukan hal serupa. Dengan kapasitas mesin lebih kecil dari kendaraan reguler umumnya maka tak mengherankan bila harga Suzuki Karimun Wagon R, Dilago, maupun tipe GS tetaplah termurah dari sekian banyak LCGC ditanah air.
Perilaku konsumptif masyarakat Indonesia telah membawa beberapa produsen otomotif mendatangkan berbagai produk untuk dipasarkan didalam negeri. Awalnya Indomobil tak begitu tertarik memasarkan Suzuki Karimun Wagon R sebab SIS yang dikenal sebagai APM jeli dalam melihat peluang pasar masih mempertimbangkan antara biaya produksi maupun harga jualnya dikemudian hari. Rendahnya nilai mata uang Rupiah terhadap Yen maupun Dollar menjadi salah satu permasalahan krusial. Layaknya bisnis lainnya maka perusahaan akan merugi jika memasarkan sebuah produk dengan penawaran murah namun biaya produksi tinggi. Para mekanik dikumpulkan kemudian melakukan riset untuk menggunakan material eco-friendly kemudian dituangkan kedalam sebuah kendaraan sehingga dikemudian hari meskipun nilai dollar naik tak berpengaruh signifikan terhadap harga dari Suzuki Karimun Wagon R itu sendiri. Proyek kelar karena ditangani oleh para profesional dan mulailah diproduksi mobil murah dimana hingga saat ini kita dapat mengunakannya.

Spesifikasi Suzuki Karimun Wagon R

Berdasarkan spesifikasi Suzuki Karimun Wagon R ternyata mobil murah buatan produsen berlambang S menggunakan mesin DOHC 3 silinder berkapasitas 1000cc yang dapat menghasilkan tenaga maksimum sebesar 68hp pada putaran mesin 6200 rpm dengan torsi maksimal 90 Np pada putaran mesin 3500 Rpm bahkan kecepatan maksimumnya mencapai 120 Km/ Jam. Mesinnya sudah terintegrasi dengan teknologi Multi-point injection sehingga penggunaan bahan bakar lebih efisien. Desain body sangat compact dengan panjang 3600mm, lebar 1447mm, tinggi 170mm, jarak terendah (ground clearance) 17mm serta radius putar minimal 4.6 meter. Jika dibandingkan kompetitor seperti Agya maupun Ayla, maka Suzuki Karimun Wagon R lebih bertenaga (kedua kompetitornya hanya 65hp). Soal urusan konsumsi BBM sudah pasti sangat irit karena mobil imut dapat mencapai 21:1 (1 Liter pertamax untuk 21 Km).
spesifikasi suzuki karimun wagon r
Dengan mengadopsi sistim penggerak roda depan (FWD) maka anda akan mendapatkan kenyamanan selama mengendarai Suzuki Karimun Wagon R berkat fitur Rack and pinion dimana pada tipe GX sudah dilengkapi AC double blower serta audio 2DIN. Untuk varian GL maupun GX juga telah dilengkapi roof rail yang terletak diatap sehingga memberikan kesan gagah selain itu dapat menempatkan barang bawaan. Di Indonesia, Karimun Wagon R hadir dalam beberapa tipe yaitu GA, GL, GX, Dilago dan GS dengan harga bervariatif. Semakin banyak fitur maka harga mobil Suzuki Karimun Wagon R sendiri akan berbeda ditiap-tiap tipenya. Opsi ini dilakukan agar para pembeli dapat memilih sesuai dengan kebutuhannya masing-masing termasuk beberapa pilihan warna diaantaranya adalah hijau (Splash Green), putih (Pearl White), biru (Lagoon Turquis), merah burgundy (Burgundy Red), merah (Radiant Red), hitam (Cool Black), silver (Silky Silver), serta abu-abu (Graphite Gray).
Pemilihan nama oleh Suzuki terhadap Karimun Wagon R tentu saja sekedar mengingatkan kita pada sosok Karimun Estilo yang kini sudah tidak diproduksi lagi. Walaupun secara desain ada kemiripan diantara mereka namun soal harga, fitur, teknologi sudah jelas Karimun Wagon R lebih unggul karena memang mobil ini dipersiapkan sebagai antisipasi tuntutan pemerintah agar produsen yang berkiprah dibursa otomotif tanah air segera memasarkan kendaraan dengan harga murah dan ramah lingkungan pula. Kendati bukan sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat akan alat transportasi saat ini namun pihak produsen terus melakukan sosialiasi mulai dari promo hingga ajang-ajang penting selalu mengikutsertakan Wagon R agar semakin dikenal luas dikalangan masyarakat. Penantian panjang publik ditanah air untuk memiliki mobil dengan harga terjangkau akhirnya terwujud oleh sebab itu sudah menjadi tugas ATPM untuk terus menjaga harga jual dari Suzuki Karimun Wagon R tetap bersaing dengan Agya maupun Ayla agar kelak dimiliki oleh semua orang dengan berbagai latar belakang perekonomian.

0 komentar:

Posting Komentar